Cara Gampang Download e-Book (BSE)

e-Book alias Buku Sekolah Elektronik (BSE) belakangan dikeluhkan sulit diunduh. Sebenarnya, dengan sedikit kreativitas banyak cara yang bisa ditempuh. Berikut kiat-kiatnya.

Buku Sekolah Elektronik (BSE) yang diluncurkan oleh Depdiknas selama beberapa waktu terakhir masih menghadirkan kontorversi karena sulitnya buku-buku tersebut diunduh (download). Situs resmi BSE yang beralamat di http://www.bse.depdiknas.go.id memang memiliki 5 server mirror yang bisa mengatasi penumpukan pengguna yang hendak mengambil buku tersebut. Namun, sayangnya, pintu masuk menuju mirror tersebut tetap saja melalui website BSE, atau istilahnya bottle neck.
Jadi, meskipun jumlah server sudah banyak, namun jika pintu menuju server tersebut tetap satu pintu, maka penumpukkan justru terjadi di pintu masuk tersebut.

Problem ini memang diakui oleh pemerintah. Menurut Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (Pustekom) Depdiknas, untuk 1 judul buku ukurannya bisa mencapai 200 Mb. Namun, Lilik melihat problem ukuran file bukanlah penyebab BSE tidak dapat didownload.
“Sebenarnya, (BSE) ini bisa dengan cepat di-download, Tapi, mengapa lambat? Karena sekalipun jalannya lebar, kalau pintu masuknya sempit, dan semua keluar-masuknya user dari situ, ya pasti macet,” terang Lilik.

Untuk mengatasi hal tersebut, Lilik mengaku menempuh beberapa langkah. Pertama, Pustekom memperluas mirroring dengan beberapa perguruan tinggi dan sejumlah instansi di daerah, diantaranya Universitas Indonesia (UI) Depok, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Universitas Hasanuddin Makassar, dan Open Source Telkom, Universitas Gadjah Mada, Universitas Udayana dan beberapa instansi lainnya. Semua mirror tersebut difungsikan untuk membantu server utama depdiknas yang terdapat pada Jardiknas (Jaringan Pendidikan Nasional).

Dengan memperbanyak mirroring, Lilik berharap pihaknya bisa lebih leluasa mengatur lalu-lintas para pengguna yang ingin mendownload BSE.

Langkah lain yang ditempuh oleh Depdiknas, adalah dengan menyediakan fasilitas offline, yakni materi-materi BSE dikemas dalam kepingan CD (Compact Disc) dan didistribusikan di dinas-dinas pendidikan di berbagai daerah. “Jadi, kalau kesulitan mengakses ke website BSE, silakan meminta copy CD atau DVD ke dinas-dinas pendidikan nasional di daerah-daerah,” lanjut Lilik.

Selain kedua langkah tersebut, rupanya dukungan dari masyarakat juga mulai bermunculan. Setidaknya ini terlihat dari beberapa situs pribadi atau blog dari masyarakat secara pribadi yang dengan rela melakukan download dari situs BSE lalu menguploadnya lagi ke server milik mereka sendiri. Sehingga, jika ada yang berminat mendowload BSE, tidak harus masuk ke situs BSE. Tercatat ada sejumlah situs pribadi yang menawarkan BSE untuk di-download menggunakan link mereka. Diantaranya, http://www.bse.invir.com, http://www.desaininternet.com, ftp://kambing.ui.edu/bse. Dalam situs-situs bebas tersebut, mereka bahkan melakukan kompresi file-file dari situs BSE, menjadi hanya 1 jenis file yang berukuran besar. Hal ini di satu sisi memang cukup memudahkan, karena pengguna hanya perlu mendownload 1 kali untuk 1 judul buku.

Inisiatif masyarakat tidak berhenti sampai disitu. Sejumlah Warung Internet (Warnet) ternyata melihat kesulitan para pengguna dalam mendownload BSE adalah sebuah peluang bisnis.
Menurut Irwin Day, Ketua Asosiasi Warnet Indonesia, seperti dikutip dalam situs pribadinya http://www.irwinday.web.id mengatakan, beberapa warnet anggota Awari melakukan inisiatif mengunduh buku-buku elektronik yang tersedia di server BSE (dan mirrornya) untuk kemudian di paket didalam sebuah CD dan dijual kepada mereka yang membutuhkan. Menurut pengakuan salah seorang anggota, CD tersebut dijual dengan harga hanya Rp 5000 untuk per keping CD yang berisikan 3-4 judul buku.
Meskipun, diakui Irwin, solusi tersebut hanya berlaku untuk siswa atau guru yang menggunakan Laptop atau komputer di sekolahnya. Untuk sekolah-sekolah yang minim fasilitas, masih perlu mengeluarkan biaya untuk mencetak. Namun, mengingat Depdiknas tidak melarang penyebaran BSE melalui penggandaan dan pencetakan selama tidak menyalahi aturan Depdiknas, maka siapapun bisa mencetak buku elektronik tersebut.

Namun, satu hal yang perlu di garis bawahi tentang BSE ini adalah, bahwa BSE sepertinya memang tidak diperuntukkan bagi pengguna perseorangan, jika ekspektasinya adalah harga buku menjadi lebih murah. Karena, untuk bisa mencapai apa yang disebut buku murah, mulai dari download, penggandaan, hingga pencetakan harus dilakukan dalam jumlah yang banyak. Artinya, jika seorang siswa hanya ingin menggunakan BSE untuk kepentingannya saja, maka biaya yang harus dikeluarkannya akan menjadi lebih mahal dan lebih tidak efisien ketimbang membeli buku di toko buku. Inilah yang harus diperhatikan oleh Pemerintah dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat, agar tidak terjadi kesalahan dalam menangkap informasi.

Satu Tanggapan to “Cara Gampang Download e-Book (BSE)”

  1. Kami adalah guru SMA PGRI Cikampek, mengakui mengalami kesulitan dalam mengunduh buku-buku dari situs BSE depdiknas, kami hanya meminta kerendahan hati dari berbagai pihak yang sudah memiliki buku hasil unduhan tersebut minta dikirim ke email kami ini. atas bantuannya kami mengucapkan beribu-ribu terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: